semua tentang KAMU.
(random)
berapa berapa berapa
TERIMA KASIH
selamat datang....
komentarnya di isi ya....
join juga, biar makin seru...
Saturday, May 4, 2013
Thursday, May 2, 2013
.
bukan soal waktu,
bukan soal rasa,
bukan keduanya.
namun ini masalah hati.
hati, yang telah kau lukai.
hati ini masih tetap merasakan rasa yang sama,
dan dalam jangka waktu sangat yang lama.
masih tetap kamu. iya kamu wahai calon imamku.
bukan soal rasa,
bukan keduanya.
namun ini masalah hati.
hati, yang telah kau lukai.
hati ini masih tetap merasakan rasa yang sama,
dan dalam jangka waktu sangat yang lama.
masih tetap kamu. iya kamu wahai calon imamku.
Saturday, April 27, 2013
Grafologi Laras
rabu, 17 April 2013 lalu. seperti malam malam sebelumnya sambil ngerevisi atau online di depan leptop, gw streamingan radio jogja yaitu swaragama . gw baru baru aja sering dengerin ini radio, soalnya ini radio 24 jam nonstop yang seringya nemenin gw begadang sampe ganti hari. yaa seneng aja, kalo ga ada temennya begadang, ya palingan sama si swaragama ini deh.
Tuesday, April 16, 2013
OUR
hei kamu yang di sana..
aku rindu kamu. rindu masa-masa indah dulu..
masa-masa dipenghujung tahun 2012 dan diawal tahun 2013..
aku habis baca OUR loh. 2 jam selesai. dan engga sampai disana aja. karena kalian selalu ada di sini (tunjuk HATI).
dari ngakak-nangis-mikir-senyum senyum-ngakak lagi haaah semua itu ada pada kamu "TIM KEDUNGSARI" tercinta <3
ini ada >> tulisan kita memori kita :3
Monday, April 15, 2013
Obat Bingung
repost punya dia :3
Kata Ustadz Badr, bila sedang Bingung
(Mereka berdo'a): "Ya Tuhan kami, janganlah Engkau jadikan hati kami condong kepada kesesatan sesudah Engkau beri petunjuk kepada kami, dan karuniakanlah kepada kami rahmat dari sisi Engkau; karena sesungguhnya Engkau-lah Maha Pemberi (karunia)"
(Ali Imran: 8)
Obat Galau
repost punya dia :3
Kata Ustadz Badr, bila sedang Galau
“Aku bersabar karena sabar itu sebaik-baik pemberi peringatan. Jikalau kegelisahan itu baik bagiku, niscaya aku akan gelisah. Aku akan menahan air mataku dan akan kukembalikan kembali ke dalam mataku. Walaupun hatiku saat itu menangis.”
(Umair bin Bukair)
Subscribe to:
Posts (Atom)
