aku sudah mulai terbiasa tanpa mu.
aku sudah mulai terbiasa tanpa senyum mu.
aku sudah mulai terbiasa makan tanpa mu.
aku sudah mulai terbiasa menerabas hujan tanpa mu.
aku sudah mulai terbiasa tanpa pesan singkat mu.
aku sudah mulai terbiasa di nomor duakan dengan semua kesibukan mu.
aku sudah mulai terbiasa tak mendengar suara mu.
aku sudah mulai terbiasa tanpa sapaan hangat mu di pesan.
berapa berapa berapa
TERIMA KASIH
selamat datang....
komentarnya di isi ya....
join juga, biar makin seru...
Tuesday, December 23, 2014
Friday, December 19, 2014
Cinta
Cinta ini tumbuh karena aku terbiasa melihat kamu setiap saat.
Cinta ini tumbuh seiring berjalannya waktu dalam setiap detiknya.
Cinta ini bagaikan angin yang mencoba menerobos sela detik yang berjalan pada hari-hari ku.
Cinta yang awalnya ku takut menjalankannya, namun sekarang dengan mu berbeda rasanya.
Cinta yang kadang merusak otak dan tingkahku karena rindu yang tak kunjung terbalaskan.
Cinta ini yang menghampiri dengan perlahan namun pasti.
Cinta ini tidak mudah.
Cinta ini butuh perjuangan layaknya menulis skripsi.
Cinta ini yang sering menjadi penyemangat dan pemorak poranda otakku.
Cinta ini juga yang tanpa di ucap, kamu pun tahu itu.
Container,
Karawang, December 19, 2014 12:52 pm
with love,
Laras Saty
Cinta ini tumbuh seiring berjalannya waktu dalam setiap detiknya.
Cinta ini bagaikan angin yang mencoba menerobos sela detik yang berjalan pada hari-hari ku.
Cinta yang awalnya ku takut menjalankannya, namun sekarang dengan mu berbeda rasanya.
Cinta yang kadang merusak otak dan tingkahku karena rindu yang tak kunjung terbalaskan.
Cinta ini yang menghampiri dengan perlahan namun pasti.
Cinta ini tidak mudah.
Cinta ini butuh perjuangan layaknya menulis skripsi.
Cinta ini yang sering menjadi penyemangat dan pemorak poranda otakku.
Cinta ini juga yang tanpa di ucap, kamu pun tahu itu.
Container,
Karawang, December 19, 2014 12:52 pm
with love,
Laras Saty
Kamu Tahu Itu
Siang ini, cuaca di luar ruangan menunjukan 32 derajat celcius. namun di ruangan ku menunjukan angka 16. Sepertinya rindu sedang merasuki alam bawah sadarku. rindu kepadamu yang sedang berbeda langit.
dan kamu tahu itu.
dan kamu tahu itu.
Tuesday, December 9, 2014
Membaca
akhir-akhir ini saya sedang banyak membaca.
membaca hal apapun yang tersedia di depan mata saya.
termasuk bacaan bacaan yang lampau yang telah saya baca, dan saya ulas kembali untuk membacanya.
entah minat dari mana, membaca itu sedang muncul lagi pada saya.
atau sekedar blogwalking ke blog kawan.
atau sekedar membaca status di jejaring sosial kawan.
atau ada rekomendasi bacaan dari kawan.
yup..
minat membaca saya sedang baik (lagi) rupanya.
dimana ketika minat membaca saya sedang tinggi, maka tingkat menulis saya juga sedangtinggi pula.
***
repost tulisan-tulisan kece dari tetangga pun saya lakukan, agar minat membaca saya juga makin baik.
terimakasih kamu yang telah menyemangati saya dalam hal membaca.
karena membaca itu penting, yuk ah lanjutkan...
membaca hal apapun yang tersedia di depan mata saya.
termasuk bacaan bacaan yang lampau yang telah saya baca, dan saya ulas kembali untuk membacanya.
entah minat dari mana, membaca itu sedang muncul lagi pada saya.
atau sekedar blogwalking ke blog kawan.
atau sekedar membaca status di jejaring sosial kawan.
atau ada rekomendasi bacaan dari kawan.
yup..
minat membaca saya sedang baik (lagi) rupanya.
dimana ketika minat membaca saya sedang tinggi, maka tingkat menulis saya juga sedangtinggi pula.
***
repost tulisan-tulisan kece dari tetangga pun saya lakukan, agar minat membaca saya juga makin baik.
terimakasih kamu yang telah menyemangati saya dalam hal membaca.
karena membaca itu penting, yuk ah lanjutkan...
Show up the love by: Iswatun Hasanah (part 10) -- FINISH
“Akhirnya doa ade terkabul. Om bener-bener ilang di pikiran ade.” Batin Indra.
Show up the love by: Iswatun Hasanah (part 9)
Aku merayap di kegelapan hatimu.
Mencoba mengantarkan rindu itu ke hatimu.
Rindu itu pun masih sama,
Menggebu, menggelitik nadi hingga memutus logika.
***
Mencoba mengantarkan rindu itu ke hatimu.
Rindu itu pun masih sama,
Menggebu, menggelitik nadi hingga memutus logika.
***
Show up the love by: Iswatun Hasanah (part 8)
Doaku malam ini, semoga besok pagi aku mendapatkan kau sudah lenyap dalam otakku.
***
***
Show up the love by: Iswatun Hasanah (part 7)
Malam ini merupakan malam yang tak pernah paling aku
nantikan karena malam ini paling mematikan. Aku pernah
mengalami malam ini, dan ini memang bukan hal yang baru
lagi buatku. Ya, itu kamu. Kamu yang selalu membuatku
gelisah gundah karena tak dapat bertemu sebelum kita
terpisah jauh lagi.
Aku masih saja berharap kau datang untukku. Meskipun
tubuhmu tak dapat ku peluk erat, namun melihatmu saja
rasanya sudah cukup untukku. Tapi itu hanya dalam anganku.
Dan sekali lagi aku berharap.
nantikan karena malam ini paling mematikan. Aku pernah
mengalami malam ini, dan ini memang bukan hal yang baru
lagi buatku. Ya, itu kamu. Kamu yang selalu membuatku
gelisah gundah karena tak dapat bertemu sebelum kita
terpisah jauh lagi.
Aku masih saja berharap kau datang untukku. Meskipun
tubuhmu tak dapat ku peluk erat, namun melihatmu saja
rasanya sudah cukup untukku. Tapi itu hanya dalam anganku.
Dan sekali lagi aku berharap.
Show up the love by: Iswatun Hasanah (part 6)
Aku mencoba merasakanmu di setiap hembusan nafasku, tapi
aku lupa. Aku selalu lupa, aku tak dapat menyentuhmu.
***
aku lupa. Aku selalu lupa, aku tak dapat menyentuhmu.
***
Show up the love by: Iswatun Hasanah (part 5)
Something always brings me back to you
It never takes too long
No matter what I say or do
I’ll still feel you here ‘till the moment I’m gone
Sara Bareilles - Gravity
***
It never takes too long
No matter what I say or do
I’ll still feel you here ‘till the moment I’m gone
Sara Bareilles - Gravity
***
Subscribe to:
Posts (Atom)