berapa berapa berapa

TERIMA KASIH

selamat datang....
komentarnya di isi ya....
join juga, biar makin seru...

Saturday, September 15, 2012

Ribetnya Pergantian Kurikulum Bagi Setiap Jurusan


Bagi setiap jurusan pergantian kurikulum mutlak perlu dilakukan sesuai perkembangan IPTEK dan kepakaran dosen. DIKTI juga menganjurkan setiap jurusan meninjau kurikulumnya minimal 3 atau 5 tahun sekali.
Kurikulum tahun akademik 2012-2013 ini mulai diterapkan kurikulum baru di Jurusan Biologi UNDIP 2012, menggantikan kurikulum lama pada tahun 2007 silam.
Dari berbagai sumber, untuk sebuah jurusan yang usianya kurang dari 15 tahun, saat pergantian kurikulum sangat dimungkinkan banyak mata kuliah maupun jumlah SKS-nya berubah. Tetapi untuk Jurusan yang sudah berusia lebih dari 25 tahun pergantian mata kuliah seharusnya tidak banyak terjadi, kalau toh ada perubahan semestinya hanya pada silabus mata kuliah, jumlah SKS, dan tambahan mata kuliah pilihan saja disesuaikan dengan kepakaran dosen.
Mengapa demikian? Setiap jurusan dalam merancang kurikulum sudah pasti melakukan benchmark dengan jurusan yang sama baik di dalam maupun di luar negeri. Mereka juga sudah pasti memperhatikan ketentuan tentang struktur kurikulum, kurikulum inti, mata kuliah-mata kuliah wajib untuk membangun karakter dan kepribadian bangsa, jumlah SKS dan lama studi, serta kebutuhan lokal dan nasional yang bersumber dari negara; ikatan profesi sejenis; dan ikatan jurusan  sejenis yang bertemu setiap tahun yang membahas banyak hal diantaranya kurikulum. Disamping itu setiap jurusan juga sangat paham bahwa pergantian kurikulum bukanlah sebuah pekerjaan mudah. Mereka harus memperhatikan SDM dosen yang tersedia, sebaran mata kuliah dan SKS serta pra-syarat pengambilan mata kuliah oleh mahasiswa sedemikian sehingga relatif merata (baik tingkat kesulitan maupun total SKS) di setiap semester, sosialisasi kepada civitas academika dan stake holder, konversi mata kuliah dari kurikulum lama dan baru, serta ribetnya administrasi yang harus dipersiapkan dan lakukan.
Khusus untuk yang terakhir di atas, kebanyakan PT di Indonesia sering mengabaikannya..! Banyak software SIA (Sistim Informasi Akademik) tidak menyediakan fasilitas khusus pergantian kurikulum dan konversinya. Perubahan ketentuan kode mata kuliah (yang ditetapkan oleh Lembaga Pendidikan Universitas) juga merupakan masalah bagi pegawai admin, karena kode yang sama telah digunakan oleh mata kuliah lain di SIA. Dan yang terakhir nama mata kuliah, peletakan semester, dan jumlah SKS kurikulum baru yang diinput oleh admin di SIA tidak dilakukan pengechekan secara teliti oleh Bagian Akademik jurusan yang  akhirnya bisa terjadi perbedaan antara draft terakhir konsep kurikulum baru dengan yang diinput oleh pegawai admin.
Dampak (negatif) yang timbul dari semua ini adalah: (1). Transkrip akademik mahasiswa yang mengacu pada data SIA berbeda bila dihitung dengan draft terakhir konsep kurikulum baru, (2). Waktu mengajar dosen pada mata kuliah tertentu yang mengacu pada draft terakhir konsep kurikulum baru berbeda bila dibandingkan dengan data SIA akibat terjadi perbedaan SKS mata kuliah, (3). Perbedaan IP dan SKS kumulatif mahasiswa, (4). Dan lain-lain. Bukan main..!
Sekarang terbayang sudah betapa ribetnya melakukan pergantian/revisi kurikulum. Ini belum semuanya…, masih ada yang lebih ribet bahkan mbahnya ribet yaitu proses konversi mata kuliah dan nilai di SIA..! Banyak pengelola jurusan berpendapat “lakukan saja konversi secara otomatis toh nantinya transkrip akademik mereka harus menggunakan/mengacu kurikulum baru yang telah ditetapkan…!”. Oke ini benar tetapi tidak “benar-benar” benar. Ini hanya benar bila seluruh proses dan aktifitas yang berkaitan dengan revisi kurikulum telah dilakukan dengan benar dan teliti serta telah dilakukan back-up data mahasiswa berbasis pada kurikulum lama sebelumnya.
Proses yang berbelit-belit di atas memang harus terjadi karena SOP-nya memang begitu dan untuk itu memang dibutuhkan orang yang sabar; teliti; dan mau bekerja, karena ini semua untuk client kita yang kelak mereka akan menjadi pemimpin bagi anak-cucu kita. Bekerja keras, jujur, disiplin, dan beranilah bertanggung jawab selagi bumi tempat kita berpijak masih kokoh berdiri..!

Penulis : DB. Wibowo
Editor : @satylaras008

No comments:

Post a Comment

bagaimana menurut kamu?